Sebagai seorang
yang hidup di ranah perantauan, hari-hari bertengger di kontrakkan merupakan
suatu hal yang membosankan. Setiap saat temannya laptop dan handphone. Mau
ngobrol dengan teman satu kontrakkan, ending-nya jadi ngegosip. Bosan banget.
Oya, gue
berasal dari Medan dengan keturunan Minang tulen. Saat ini gue sedang menempuh
pendidikkan d kota Lhokseumawe, tepatnya di Universitas M***********. Semester
9 atau biasanya gue menyebutnya dengan istilah LETTU alias leting tua, rasa gue
terdengar angker banget. Tapi inilah saat-saat dimana harus gue jalani, ribet
banget rasanya. Penuh perjuangan untuk dapat berhadapan dengan sang dosen
pembimbing.
Seperti saat
ini contohnya, udah berhari-hari gue nunggu si bapak dosen tapi sampai detik
ini handphone-nya nggak aktif-aktif. Apa sih untungnya dosen mempersulit
mahasiswanya sendiri?
Seharusnya pada hari Kamis kemarin gue pulang ke Medan, tapi berhubung ada harapan kalau hari senin gue bisa ketemu dengan sang dosen pembimbing jadi gue urungkan niat gue untuk pulang. padahal gue udah bosan banget disini.
Nasib-nasib -_-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar