Sabtu, 05 Oktober 2013

5 Oktober 2013


Sebagai seorang yang hidup di ranah perantauan, hari-hari bertengger di kontrakkan merupakan suatu hal yang membosankan. Setiap saat temannya laptop dan handphone. Mau ngobrol dengan teman satu kontrakkan, ending-nya jadi ngegosip. Bosan banget.

Oya, gue berasal dari Medan dengan keturunan Minang tulen. Saat ini gue sedang menempuh pendidikkan d kota Lhokseumawe, tepatnya di Universitas M***********. Semester 9 atau biasanya gue menyebutnya dengan istilah LETTU alias leting tua, rasa gue terdengar angker banget. Tapi inilah saat-saat dimana harus gue jalani, ribet banget rasanya. Penuh perjuangan untuk dapat berhadapan dengan sang dosen pembimbing.

Seperti saat ini contohnya, udah berhari-hari gue nunggu si bapak dosen tapi sampai detik ini handphone-nya nggak aktif-aktif. Apa sih untungnya dosen mempersulit mahasiswanya sendiri?

Seharusnya pada hari Kamis kemarin gue pulang ke Medan, tapi berhubung ada harapan kalau hari senin gue bisa ketemu dengan sang dosen pembimbing jadi gue urungkan niat gue untuk pulang. padahal gue udah bosan banget disini.


Nasib-nasib -_-


Tidak ada komentar: